|

Pancaragam Sekolah Menengah Peringkat Kebangsaan, Johor Bahru, Malaysia.


Liputan oleh: Marko S Hermawan, Herry Subrata, Susanto (Sonyol) Hadi

Takjub! Itulah kata-kata yang dapat kita ungkapan setelah melihat, mendengar dan menilai sendiri kemampuan band-band di negeri Jiran, Malaysia. Ini merupakan pertandingan Pancaragam (istilah Marching Band di Malaysia) untuk sekolah SMP-SMA seluruh Malaysia. Mereka datang mewakili Negara bagian masing-masing, setelah menjadi pemenang di regional mereka, bertarung memperebutkan siapa yang menjadi band terkuat di seluruh Malaysia. Selayaknya GPMB di Indonesia, maka pertandingan ini menjadi tolok ukur perkembangan marching band disana.

Bersama Herry Subrata dan Susanto Hadi (Sonyol), kami bertiga dipercaya untuk menjadi hakim (baca: juri) Internasional pada pertandingan ini. Walau agak mempet pemanggilan tersebut dan panitia terkesan kurang persiapan, akhirnya kami berangkat hari sabtu, 8 Agustus 2009 menuju Johor Bahru (JB), tempat pertandingan dilaksanakan. Melalui Singapore, kami dijemput oleh panitia menuju JB dengan mobil. Sesampainya di Hotel Selesa, Pasir Gudang, kami makan siang dan diajak oleh panitia untuk jalan-jalan sekitar Johor. Malamnya kami bertemu dengan juri-juri Malaysia yang mempunyai background musik, pendidik, militer dan kepolisian. Cukup unik dalam pertemuan juri-juri, karena 1 form yang diberikan oleh panitia berisi 2 caption, masing-masing Musik dengan Keseluruhan (GE), Formasi (display) dengan Drum Major, Color Guard (tidak dimasukkan ke nilai keseluruhan), dan persediaan (busana).

Tiba saatnya pertandingan, hari minggu pagi, kami semua mengarah ke stadium perbadanan, pasir gudang, johor untuk melaksanakan tugas. Bentuk dan struktur bangunan mirip dengan Basket Hall Senayan, dimana lapangan berada di bawah dengan dinding sekitar 2.5 meter disekelilingnya, sebelum ke podium penonton. Namun akustik gedung cukup bagus untuk suara.

Ulasan teknis marching band di Malaysia

1. Musik
Hampir semua marching band di Malaysia memakai brass dan woodwind (keluarga flute, clarinet dan saxophone), sehingga diversifikasi suara sangat banyak dan variasi aransemen juga kaya. Unggulan-unggulan dari beberapa Negara bagian Malaysia mempunyai kemampuan bermain musik yang cukup diatas rata-rata. Intensitas dan kekerasan mereka tidak sekeras brass di Indonesia, namun mereka mampu menyesuaikan dengan akustik ruangan, sehingga permainan musik mereka cukup mengalun dan tidak memekakkan telinga. Mereka seakan mengerti dimana saat mereka bermain sebagai melodi, counter melodi, sustain, dan ritmitik; dinamik, artikulasi dan interpretasi musik dimainkan dengan baik dan rapi. Untuk section brass, bisa dibilang musik mereka agak diatas band-band di Indonesia.

2. Perkusi; mungkin dalam musik, bagian inilah yang mereka dimaksimalkan oleh band-band di Malaysia. Teknik mereka bisa dibilang masih sederhana, dan masih mengedepankan unsur musik secara artistik. Battery masih memainkan teknik yang sederhana, sedangkan pit, mereka belum mempunyai front pit ensemble seperti kebanyakan band-band di Indonesia.

3. Colorguard; area ini masih bisa dikembangkan karena masih dianggap baru di dunia pancaragam. Hanya beberapa band yang mulai memiliki teknik colorguard yang baik.

4. Display; beberapa band sudah menunjukkan ‘greget’nya di display. Aksi ‘fast moving’, keseragaman gerak, postur tubuh, dan bentuk koreografi yang dinamis menunjukkan mereka sudah cukup lihai. Terlihat band-band papan atas yang mempunyai visual yang rapi dan tegas.

5. General Effect; ada sebagian kecil band-band yang mulai memakai konsep ‘tematik’ dalam permainan mereka. Namun hal ini masih terbilang baru di dunia pancaragam dan belum dapat diterima, terutama oleh juri-juri lokal mereka.

Diikuti oleh 11 band dari daerah Pahang, Kuala Trengganu, Pinang, Sarawak, KL, Kelantan, Perlis, Kedah, Johor, Selangor dan Perak, acara dimulai pukul 9 pagi dan diakhiri pukul 12.30 siang. Acara yang cukup singkat namun menggugah ini dihadiri oleh petinggi-pettinggi dari Kementrian Pelajaran Malaysia dan supporter dari berbagai band. Hasil akhir kejuaraan nasional ini dapat dilihat di www.voteband.net

Ulasan Beberapa Band yang bertanding


1. Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Sultana Asma, Kedah
Merupakan Juara dari kompetisi ini, merupakan band perempuan yang cukup terkenal dan telah memenangkan beberapa kali pertandingan nasional dan internasional.
Tampil dengan display yang cepat dan rapi, Sultana Asma berhasil memukau penonton dengan musik yang sangat dinamis. Walau beranggotakan perempuan semua, namun kekuatan brass dan woodwind mereka sangat kuat, dan lebih lagi, mampu bermain sangat lembut. Kami, dari Indonesia bisa mengambil kesimpulan, memang band ini adalah terbaik di Malaysia.

Cuplikan penampilan:
http://www.youtube.com/watch?v=UbXy-WR7RZI
http://www.youtube.com/watch?v=Wgg1kPf5azE


2. SMK St. Joseph, Sarawak
Juara band di Negara bagian Sarawak, ketika saya (Marko) menjadi ketua hakim di sana. Band ini mencoba menampilkan pagelaran ‘Football/Soccer’ theme, dengan lagu-lagu bertemakan olahraga, seperti FIFA, you’re never walk alone, dll. Cukup menarik dan diminati penonton, saat field commander, yang memakai baju mirip ‘wasit sepakbola’, memberikan kartu ‘kuning’ ke penonton sebelum mulai pertandingan. Sepanjang show, penonton dihibur oleh musik dan visualnya, sampai-sampai ada adegan ‘sang wasit’ melerai pemain dan membawa bola ‘virtual’, saat satu pemain menendang ‘bola’ ke arah penonton, semua pemain serentak melihat ‘bola’ itu ke penonton samping, dan ‘Gooool’… Unik, tapi sayang hanya berada di peringkat 7.


3. SMK St. John, Kuala Lumpur
Band yang beranggotakan sekolah putera, berasal dari sekolah menengah kebangsaan St. John, Kuala Lumpur. Tampil sedikit berbeda dibandingkan penampilan sebelumnya, mereka mengusung tema “Evolusi Tanah Airku”. Terlihat paket penampilan yang cukup familiar dengan band di Indonesia, seragam, colorguard dan komposisi brass banyak mengadopsi ‘pakem’ Indonesia (dan ternyata pelatihnya juga dari Indonesia..). Banyak permainan yang ditampilkan cukup unik namun sayang kerapihan musik dan display yang menjadi kendala di band ini. Posisi band ini berada di peringkat 6.

Secara keseluruhan, rata-rata penampilan band-band di Malaysia cukup memukau, enerjik dan menghibur. Mereka mempunyai kelebihan tertentu, terutama di segi musikalitas, dimana mereka kebanyakan berasal dari sistem concert band. Namun banyak sisi lain yang band-band di Indonesia tidak kalah, seperti display, percussion, colorguard dan GE.

Saat acara selesai, kami pun berpisah di JB, Herry dan Sonyol menuju KL, sedang Marko menunggu pesawat malam untuk langsung kembali ke Jakarta. Suatu pengalaman menarik untuk diceritakan ke rekan-rekan di Indonesia, sebagai bahan perbandingan dan stimulus untuk lebih giat lagi berlatih.

Salam Marching Band,

Marbo, Herry, Sonyol…

Special thanks to:
– Dato’ Zulkifli Ishak, CEO KLWMBC
– Isham “cap cus” Ishak, Director of Operations KLWMBC
– Kuma “ESPN” Krisna
– Emma – for helping the tickets


Baca juga :

Short URL: https://trendmarching.or.id/read/?p=1218

Posted by on Aug 15 2009. Filed under Dalam Negeri, Events, Luar Negeri, News. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply


Recently Commented