|

Teknik 4 mallet, antara steven’s & burton’s, lebih baik yang mana?

Pertanyaan di atas hampir selalu saya temui di setiap mengajar di tempat baru, khususnya unit-unit yang baru saya tangani. Setidaknya ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Hampir setiap saya mengajar tentang teknis 4 (empat) mallet, pasti ada pertanyaan semacam judul di atas, walaupun dengan redaksional yang berbeda.

Lantas apa jawaban saya terhadap pertanyaan di atas?

Jawab saya, dua-duanya baik, dua-duanya lebih baik jika dioptimalkan. Dua-duanya sangat bagus jika digunakan sebagaimanamestinya.

Masih bingung dengan jawaban saya? Silakan cermati uraian saya di bawah ini. Sengaja saya bahas dalam 3 poin, karena menurut saya akan lebih mudah dipahami. Ok, berikut pembahasannya:

  1. Hanya ada 2 (dua) teknik mendasar pada 4 mallet, yaitu independent grip & cross grip
    1. Independent Grip

Sesuai dengan namanya, independent berarti bebas/merdeka. Namun di sini bukan berarti bebas sesuka hati memegang mallet, melainkan antara gagang mallet yang satu dengan gagang mallet yang lain dalam 1 pegangan tangan, TIDAK BERSINGGUNGAN.

  1. Cross Grip

Merupakan kebalikan pengertian independent grip. Jadi antara mallet satu dengan mallet yang lain sudah pasti SALING BERSINGGUNGAN alias menempel dengan posisi silang, sehingga karena itulah disebut cross grip atau grip silang.

  1. Independent grip & cross grip masih bisa dibedakan menjadi 2 macam teknis
    1. Independent grip
      • Musser Grip

Grip ini diperkenalkan oleh seorang pemain marimba (marimbist) pada tahun 1920-an yang bernama Clair Omar Musser.

  • Steven Grip

Diperkenalkan pada tahun 1972 oleh seorang marimbist (pemain marimba) yang bernama Leigh Howard Stevens, sehingga lebih dikenal dengan istilah Steven Grip. Meskipun demikian, Steven sendiri lebih suka menyebut gripnya dengan istilah Modified Musser Grip atau Musser Grip yang termodifikasi.

  1. Cross grip
    • Traditional grip

Tidak diketahui pasti grip ini dikenalkan oleh siapa. Namun diperkirakan, grip ini mulai digunakan pada tahun 1900-an.

  • Burton grip

Grip ini diperkenalkan pada sekitar tahun 1960-an oleh vibraphonist dunia terkenal saat itu, yang bernama Gary Burton.

  1. Kelebihan & kelemahan masing-masing grip (independent grip & cross grip)

Sebelum membahasan plus minus dari masing-masing grip di atas, ada 2 (dua) hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pembahasan plus minus ini murni dari hasil praktik, diskusi, pengamatan, & hasil belajar penulis selama ini (opini pribadi). Kedua, jika anda perhatikan antara “tokoh” di balik independent grip & cross grip, maka bisa diketahui bahwa “tokoh” independent grip adalah marimbist, sedangkan “tokoh” cross grip adalah vibraphonist.

Independent grip memiliki nilai plus dalam hal jangkauan, karena jangkauan mallet bisa lebih dari 1 oktaf. Power malllet dalam kuat, bagus untuk bermain speed. Namun nilai minus-nya adalah, power dari mallet luar sedikit lebih lemah, sehingga kebanyakan (pada umumnya) pemain yang menggunakan grip ini, menggunakan mallet luar untuk blocking chord.

Cross grip memiliki poin plus, power semua malletnya relatif kokoh. Sehingga untuk bermain speed, keempat malletnya bisa dioptimalkan. Namun poin  minus-nya adalah, jangkauan terhadap bilah lebih pendek, atau maksimal hanya 1 oktaf.

Naaah, jadi apakah Anda masih menganggap teknik grip salah satu lebih baik dari teknik grip yang lain? Ketahui semua teknis, kuasai dengan optimal pada salah 1 teknis, maka akan menjadikan Anda HEBAT dalam teknis tersebut.

Mendiang Bruce Lee pernah berkata,” Aku tak pernah takut pada siapa pun, aku tak takut dengan jurus apa pun, perguruan mana pun. Cuma satu yang aku takutkan, aku takut dengan orang yang berlatih 1 jurus kemudian dia terus berlatih berulang-ulang jurus tersebut selama 1000 kali, sebaliknya aku sama sekali tak takut dengan orang yang berlatih 1000 urus tetapi hanya berlatih satu kali tiap-tiap jurusnya.”

Jadi, ini bahas teknis grip mallet atau jurus beladiri dari aliran Wing Chun-nya Bruce Lee? He…he…he…

Benar sekali, kita bahas jurus grip bermain mallet. Jadilah hebat karena mengetahui semua jurus grip, baik independent grip maupun cross grip, dan jadilah ahli karena menguasai 1 jurus teknik grip mallet.

Selamat menjadi hebat dengan 4 mallet. Semoga barokah.

 

Sumber:

Buku Asyiknya Bermain Mallet oleh Hendri Cahya Wibowo, terbitan Diva Press – Yogyakarta

Short URL: https://trendmarching.or.id/read/?p=7404

Posted by on Mar 22 2021. Filed under Battery, Drumline, News, News, Pit. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply


Recently Commented