|

Marching Band Anak-Anak Bermasalah Turut Ukir Sejarah

BRANDON tidak bisa berhenti menabuh. Meski latihan sudah usai dan dia tidak memegang stik lagi, remaja pria berusia 17 tahun itu tetap memukul-mukulkan tangannya, seperti menabuh drum. Ya, sepanjang pecan lalu memang menjadi momen paling menegangkan bagi anak muda yang tinggal di Bonnie Brae Residential Treatment Center, New Jersey, tersebut. “Menabuh drum di depan presiden kulit hitam pertama merupakan sesuatu yang luar biasa,” katanya, tiga hari menjelang hari pelantikan Barack Obama, kepada The New York Times..

Meski was-was, Brandon dan 15 rekan sebayanya dari kamp penampungan anak-anak nakal itu optimistis penampilan mereka di depan Obama bakal cemerlang. “Kami memang sedikit grogi. Tapi, berlatih dengan sungguh-sungguh akan menjadikannya sempurna. Kami sudah melakukan yang terbaik. Mereka pasti akan suka,” tegasnya.

Brandon dkk yang tergabung dalam lelompok marching band bernama Bonnie Brae Knights itu akan berparade di sepanjang Pennsylvania Avenue pada pelantikan dini hari nanti WIB. Demikian juga dua kelompok marching band lain yang reputasinya lebih bagus dan jam terbangnya jauh lebih tinggi dibanding mereka. Yakni, Grambling State’s Tiger Marching Band dan Fighting Blue Hen Marching Band dari University of Delaware.

Tentu, para remaja bermasalah dari Bonnie Brae Residential Treatment Center itu tak pernah bermimpi akan mendapat kesempatan bersejarah itu: tampil di pelantikan presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat. Mereka tak pernah menduga bakal bisa sejajar dengan Bruce Springsteen, U2, Beyonce, Denzel Washington, Tom Hanks, dan sederet artis ternama lainnya yang turut menjadi bagian perayaan pelantikan Obama. Maklum, mereka adalah sekumpulan anak yang punya masalah dengan narkotika, terbuang dari keluarga, atau pernah melakukan berbagai tindakan kriminalitas.

Semuanya bermula pada November 2008. Ketika itu, setelah mendengar kemenangan Obama, Chief Executive Bonnie Brae William M. Powers melayangkan surat lamaran ke panitia pelantikan. Dia berharap, Bonnie Brae Knights bisa menjadi salah satu tim marching band yang mengiringi parade kepresidenan pemimpin 47 tahun tersebut.

Sayangnya, bersamaan dengan itu, pelatih korps para remaja tukang onar itu mengundurkan diri karena sakit. Dalam surat lamarannya, Powers mencantumkan jumlah kru Bonnie Brae Knights sebanyak 12. Tapi, jumlah itu bisa bertambah, karena di sekolah yang berada di kompleks kamp itu masih banyak siswa. Dan, siswa-siswa itu juga berpotensi menjadi anggota marching band asal dilatih dengan serius.

Walau banyak kekurangan, Bonnie Brae Knights justru sanggup mengalahkan sekitar 1382 pelamar yang lain. Salah satu penyebabnya adalah surat lamaran yang ditulis Powers yang dianggap menyentuh.

“Mereka datang ke Bonnie Brae dengan sederet cap jelek dari masyarakat. Tapi, mereka meninggalkan kamp dengan penuh kebanggaan dan harapan. Dengan mengikutsertakan Bonnie Brae Knights, akan ada banyak harapan dan impian yang terus menyala,” tulis pria 57 tahun itu.

Sepekan setelah memasukkan lamaran, Powers menerima telpon dari komite pelantikan. Mereka menyatakan bahwa Bonnie Brae Knights merupakan satu dari 49 kelompok pertama yang terpilih. “Saya hampir jatuh dari kursi,” ujarnya, mengenang peristiwa penting itu. Si pelatih, William Randolph, yang sedang terbaring di rumah sakit pun tidak kalah terkejut. Pria yang akrab disapa Brother Will itu mengaku bangga.

Komite pelantikan tidak menuntut banyak hal dari Bonnie Brae Knights. Tapi, satu yang wajib dipenuhi adalah menambah jumlah kru. Dan, itu tidak terlalu sulit dipenuhi. Dalam sekejap, belasan siswa menyatakan ketertarikan mereka. (hep/ttg)

Sumber : Batampos

Short URL: https://trendmarching.or.id/read/?p=1081

Posted by on Feb 1 2009. Filed under News. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply


Recently Commented