|

Review menjelang GPMB XXVII

Cukup mengejutkan membaca hasil technical meeting GPMB XXVII yang berlangsung 25 November 2011, mengenai tidak ada pembagian divisi. Ide awal panitia yang mau menerapkan sistem Divisi Utama dan Divisi Satu pun tidak disetujui calon peserta. Sistem pembagian divisi model lama yaitu Divisi Umum dan divisi Sekolah sebenarnya bisa dijadikan model pembinaan marching band di tanah air jika peraturannya ketat dan konsisten. Divisi Sekolah hanya bisa diisi band sekolah, dibagi lagi band TK,SD,SMP,SMA dan Universitas. Band TK,SD,SMP bisa dimasukkan dalam GPJB, dan band SMA dan Universitas bisa dimasukkan di GPMB. Minimnya peserta tidak bisa dijadikan alasan kegagalam sistem lama ini. Banyak cara menggaet calon peserta ikut GPMB, seperti hadiah yang besar, discount biaya penginapan, kerjasama menguntungkan dengan Distributor alat musik untuk meminjamkan satu set alat  marching lengkap ke peserta yang minim peralatan saat mau ikut kejuaraan, dan sebagainya banyak cara bisa diberikan panitia ke peserta.

Peraturan

Kembali ke tidak adanya sistem pembagian divisi tahun ini, dapat saya katakan GPMB XXVII merupakan pagelaran musik untuk penonton. Penonton akan sangat dihibur oleh penampilan peserta, dan bagi peserta ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan. Katakanlah band peserta yang ingin menjuarai divisi sekolah pasti akan sedikit kecewa bersaing dengan 15 peserta lainnya, harusnya sudah bisa juara di divisi sekolah harus pulang dengan tidak ada titel Juara Umum Divisi Sekolah.  Keputusan tidak ada pembagian divisi berdasar keputusan semua peserta jadi tidak bisa disalahkan panitia semata.

Ada baiknya pembagian divisinya sebagai berikut :

15 peserta bermain bersama di babak kualifikasi, hasilnya diurutkan dari nilai tertinggi dan terendah sbb :

Peringkat 1 – 7 : masuk divisi utama atau satu

Peringkat 8 – 15 : masuk divisi dua

Pembagian ini berdasarkan penilaian dari penampilan peserta, lebih fair membagi divisi berdasarkan kemampuan sebuah band di babak kualifikasi daripada dibagi berdasarkan jumlah pemain,alat,sekolah,umum,dsb.

Keuntungannya, tetap ada Juara Divisi Utama atau Satu dan Juara Divisi Dua. Semua peserta tetap bermain di babak Final tidak ada sistem gugur, dan pulang dengan rasa bangga bisa menjuarai disalah satu divisi tersebut. Sistem ini sudah pernah dipakai di HBCUP 1999.

Peserta

Melihat peserta GPMB XXVII tidak usah kaget karena banyak peserta tidak bisa ikut GPMB setiap tahun, ada yang bisa dua tahun sekali. Atau juga strategi peserta untuk tidak bertemu kandidat juara lainnya.  Kalau ketemu band kuat di divisi yang sama kan tidak bisa bawa piala juara nantinya, jadi nya banyak peserta GPMB yang sudah “mengatur” ikut GPMB jika band si A tidak ikut.

Mungkin dengan tidak adanya pembagian divisi ini membuat semua peserta berubah strateginya dan bisa ikut tiap tahun, kan menarik nonton GPMB jika band-band besar ikut semua. Atau juga dengan tidak adanya pembagian divisi membuat peserta mulai cari kejuaraan lain di luar negeri yang lebih bergengsi.

Melihat susunan jadwal tampil di release panitia tahun ini ada beberapa band yang bisa bersaing di 5 besar seperti MB Bontang PKT,  Korps Putri Tarakanita, MB Udayana, MB UGM, Jember Marching Band, MB Bahana Cendana Kartika Riau.  Semoga ada band yang bisa memberikan persaingan kuat terhadap MB Bontang PKT. Jika ada MB Bhina Caraka dengan konsep original marching nya bisa seru ini bersaing dengan band yang menggusung Marching Show.

Untuk Peringkat menengah seperti : MB CDB UNY, MB UII, MB Istiqlal,MB Sangkakala Kutai,DC UMY. Beberapa band yang baru ikut GPMB saya tidak tahu kekuatannya, yang pasti band baru akan banyak belajar bermain di arena GPMB mau ikut konsep apa bermainnya.

Semoga semua peserta bisa bermain dengan baik dan semangat.

Kita tunggu sama-sama band mana yang membawa konsep Original Marching atau Marching Show !!

Dan sangat menyedihkan saya tidak bisa menghadiri Lebaran marching band Indonesia di Istora Senayan. (Henry Gultom,Co Founder Trendmarching,West Africa)

 

Short URL: https://trendmarching.or.id/read/?p=5850

Posted by on Dec 17 2011. Filed under Dalam Negeri, Events, GPMB GPJB, News, News. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

19 Comments for “Review menjelang GPMB XXVII”

  1. setau saya dari saudara saya yang merupakan anggota korps Putri Tarakanita, mereka tanggal 24 desember ketika final setelah mereka tampil mereka langsung pergi ke gereja bersa,a-sa,auntuk natalan, setelah mereka misa di gereja mereka baru baliik lagi ke istora untuk menunggu hasil pengumuman, saya salute dengan mereka! walaupun mereka sedang bertanding mereka tetap tidak meninggalkan agama mereka!

  2. Selamat bertanding MB Bahana Cendana Kartika, Duri – Riau…. Semoga sukses.. This is a good opportunity to prove that we can compete with other best bands in the country, despite of in general division of GPMB…. Don’t think about the result, just perform our best… Good Luck..

  3. gue pngn tau gmana nanti show gpmb 2011, baik atau buruk?

  4. Klo sy setuju bgt di final dipisah divisi utama dan divisi 1, biar smua unit mrasakan main di final. Kasian kan unit dri daerah klo harus gugur di babak penyisihan,apalagi mreka udah ngeluarin budget yg lumayan gede.

  5. goooooooooooooo u-geeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee-eeemmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

  6. bulak-balik-belok

  7. baguslah klo begitu… dgabung jadi 1. tpi nnti pasti akan menjadi pertimbangan ketika divisi sekolah menuntut kmbali haknya. karena kembali ke faktor biaya pengadaan alat. contoh: MB perusahaan biayanya gampang, tinggal soroooggg….MB skolah atau UNIV, pontang panting dulu cari biaya. akhirnya ada pernyataan: YANG IKUT GPMB ADALAH BAND YG MEMILIKI BIAYA LEBIH dan BAND SKOLAH/UNIV YANG PUNYA BIAYA walau agak sdikit memaksakan.

  8. Sebenarnya saya sangat menyayangkan jadwal gpmb tahun ini yang mepet dengan Natal. Tidak memikirkan dari sisi playernya, kebersamaan dgn keluarga dll.

  9. SEMANGAT BCK 🙂

  10. Perubahan yang sangat drastis dari sistem GPMB…
    pasti banyak yang pro dan demikian yang kontra…

    Sungguh, mem-fussion 2 divisi menjadi 1 adalah salah satu hal naif, yang dilakukan atas nama tidak kompetitifnya salah satu divisi. Jika kita lihat kebelakang, seharusnya yayasan GPMB juga membantu perkembangan salah satu divisi agar tidak jalan di tempat.
    Perubahan sistem GPMB kali ini seharusnya di jadikan PR buat pelaksanaan GPMB kedepan agar GPMB bisa lebih kredibilitas dan kompetitif…
    *ngalturDehGue*

    Hehehe…

    Klo sistemnya di gabung jadi 1 divisi gini, enaknya pake sistem FESTIVAL ala CHOIR deh… nilai 80 ke atas Setara GOLD
    nilai 60-79 setara SILVER
    nilai 59 kebawah setara BRONZO,,,

    tapi tetep ada champion, yaitu the highest score…

    klo kayak gitu pasti kada ada yg ribut masalah juara/persaingan…

  11. Mahasiswa pecinta marching band Indonesia

    MBUI kemana ya?

  12. Maju MB Indonesia

    Waah ..Persaingan ketat nih antara MB MB PAPAN ATAS yangdulu dari divisi sekolah dengan Beberapa MB Papan Atas dari Divisi Umum.Siapapun pemenangnya pasti itulah yang terbaik ditahun ini yang belum mungkin belum waktunya,Maju Terus MB Indonesia !! Good luck for all Participant !!We love you all haha

  13. karena sebenarnya tujuan perlombaan semacam ini adalah untuk mengukur kemampuan masing2 unit diantara unit lain di Indonesia. Yang penting adalah proses pembelajaran serta evaluasi yang bisa didapat, bukan piala atau titel ‘juara’ yang dikejar.
    Menurut saya, setiap unit sudah menjadi juara jika dapat menampilkan permainan terbaiknya masing2. Piala dan titel hanyalah bonus untuk pencapaian yang sudah dilakukan, bukan sebagai tujuan utama.

  14. mnunggu hasil GPMB…..
    juara 2,3,4,5,dst…

  15. MB PKT the Best lah.. kalo dh ikt pasti juara 1 mulu..

  16. Go BCK, your best!!

  17. tiket tiket… harga tiketnya berapa??? zzzzzzz gak ada infonya nih.. gmana sih.. panitianya gak profesional nih

Leave a Reply


Recently Commented