|

Penilaian Vertikal vs Horisontal; Sudut pandang yang berbeda dalam menilai marching band

Membaca ulasan mengenai “Judges: Why Don’t We Ever Agree With Them” oleh Rob Stein, membuat saya tergelitik untuk ikutan mengulas mengenai tema ini. Tanpa bermaksud mengikuti trend saat sebuah kejuaraan berakhir, dan muncul komentar negatif ke juri, namun lebih kepada bagaimana menyikapi sebuah komentar juri dan bagaimana sebaiknya seorang juri bereaksi saat menilai.

Sebagai ilustrasi singkat tentang apa yang Rob Stein jelaskan, dia mencoba membandingkan dari sudut mana seorang pelatih mempersiapkan unitnya dan dari sudut mana pula seorang juri menilai. Kedua sudut pandang mereka bisa dibilang SANGAT berbeda, dalam arti persiapan, interpretasi, dan penilaian individu.

Dalam mempersiapkan sebuah kejuaraan, seorang pelatih, beserta Pembina sebuah unit, pastilah membuat rencana yang matang tentang tema lagu, jadwal latihan yang ketat, penempatan pemain yang cocok, dan persiapan lainnya. Waktu yang dibutuhkan oleh mereka tidaklah pendek, bahkan ada yang mempersiapkan selama 1 TAHUN, untuk sebuah kejuaraan berdurasi 12 MENIT.
Aneh bukan? Namun inilah ‘kegilaan’ insan marching band, persiapan ini tetap dilakoni, baik oleh pelatih dan pemain. Tidak jarang pengorbanan harus dilakukan demi tercapainya target sebuah paket pagelaran.

Jadi, pengukuran sebuah hasil permainan unit marching band, oleh seorang pelatih dan pembina, rata-rata dilihat dari “Timeline” atau waktu yang ditempuh selama latihan, atau bisa saya sebut “Penilaian Horisontal”.
Istilah ini akan dipakai sebagai pembanding pada bahasan selanjutnya.

Di sisi lain, terdapat sang “Penilai sesaat”, yaitu seorang juri yang ditunjuk, sesuai dengan keahlian dan pengalaman bermain di sebuah unit berprestasi (saat ini), pada sebuah pertandingan. Di luar kekuasaan saya mengulas seorang juri yang kredibel, saya lebih melihat dari sudut pandang seorang juri yang bertugas menilai hasil output saat beberapa unit bermain, di saat yang sama. Artinya, juri akan melihat dan menilai selama 12 MENIT apa yang disuguhkan sebuah unit, dan mencoba membuat perbandingan dengan unit-unit lainnya. Jadi seorang juri akan membuat suatu “Penilaian Vertikal”.

Nah loh, ada dua pandangan yang berbeda dong? Jelas beda, makanya antara pelatih dan juri terkadang tidak akur. Sering terdapat komentar “Unit saya sudah latihan lama, kok cuman dikasih nilai segini? Apa jurinya ga tau ini teknik
susah?” Atau sebaliknya, “Saya sudah menilai dengan obyektif, kok pelatih A masih protes sih? Sana jadi juri biar tau!”. Ini pasti akan berlangsung terus, tanpa ada ujungnya. Lalu bagaimana mengantisipasi-nya?

Rob Stein menulis, seorang juri cenderung menilai unit dari segi kesalahannya aja (jelek itu, wah ga matching warnaya, tuningnya fals, dll), dari pada menilai segi positifnya. Dia menyarankan agar semua komentar juri sebaiknya bersifat
positif dan mendidik, karena aktifitas ini adalah merupakan aktifitas pendidikan.
Ada guru, ada murid, guru memberi ilmu positif dan murid menerima dengan positif dan belajar dari ilmu tersebut. Saran yang konstruksiflah yang dinanti oleh sebuah unit. Sehingga apabila ada juri yang menilai dengan komentar yang negatif, maka kewajiban seorang pelatihlah untuk menanyakan kepada asosiasi juri (dalam hal ini, sebaiknya di Indonesia juga mengadakan institusi ini), sehingga terdapat komunikasi yang terjalin baik.

Lalu bagaimana dengan penilaian horisontal dan vertikal? Disinilah letak titik permasalahan yang harus disatukan. Salah satu solusinya adalah dengan mengkuantifikasi sebuah pertunjukan marching band kedalam kotak/rubrik penilaian (sesuai dengan yang dijelaskan Rob). Semua pihak, baik juri maupun pelatih akan bertumpu pada kotak ini. Keterangan yang diberikan di kotak cukup mewakili sebuah penilaian obyektif dan menyeluruh. Tinggal bagaimana interpretasi juri dan pelatih.

Mari kita buat contoh:

Box III: The design team is occasionally successful in achieving good
repertoire effectiveness, but there are a lot of times when it is not maximized.
Interpretations of the visual program generate some interest and occasionally
synchronize. Although there is inconsistency, there is a presence of creativity
throughout the show.
Desain pertunjukan terkadang berhasil dalam membuat sebuah pertunjukan
efektif, tapi ada banyak hal yang kurang maksimal. Intepretasi dari visual
cukup menarik dan terkadang singkron dengan lagunya. Walaupun terdapat beberapa
inkonsistensi dalam pertunjukan, paling tidak ada kreatifitas yang muncul
selama bermain.
Box IV Advanced design techniques are apparent throughout the visual
program and are usually maximized. Designers understand the concepts of
visual effect and frequently implement them when coordinating the design
of the program. It is apparent that creative concepts exist, but are not
always consistently executed.
Teknik desain yang cukup tinggi dihasilkan selama pertunjukan, dan selalu
maksimal. Desainer mengerti tentang konsep visual effect dan secara kontinyu
mengimplemen- tasikan dengan baik dan berkoordinasi dengan programnya. Kreatifitas
sering muncul, namun terkadang eksekusinya kurang konsisten.

Sudut horisontal akan menilai, “Wah, unit saya sepertinya lebih bagus dalam eksekusi, lebih konsisten dan cukup kreatif, kenapa nilai saya di box III yah?”. Komentar ini sedikit memberi sudut pandang horisontal, dimana pelatih melihat progress perkembangan dari latihan ke latihan, dimana peningkatan kemampuan pasti akan terjadi, namun menurut standar si pelatih.
Sudut vertikal mengatakan,”Unit ini kurang sekali dalam eksekusi akhir, dan kurang konsisten dalam mempertahankan aura lagunya, dan ada unit lain yang lebih bagus dari ini. Jadi saya akan nilai di box III”. Penilaian vertikal pun terjadi, karena tanpa melihat sebuah progress unit, dia hanya melihat secara singkat apa yang ditampilkan saat itu, dan bagaimana perbandingan dengan unit lain. Sehingga secara pandangan yang berbeda, kedua kotak ini juga diinterpretasikan berbeda pula.

Lalu? Tinggal si Jurilah yang harus mampu menerangkan, mengapa unit anda berada di box III. Apakah dalam komentar di kaset sering menggunakan kata-kata “Kadang-kadang, jarang, kurang konsisten”, ataukah “Sering, konsisten sekali, menarik, efektif!”. Kata-kata ini akan merepresentasikan kotak dimana unit anda berada. Bagi sudut horisontal juga jangan terlalu emosi untuk mementingkan pandangannya.
Mereka juga harus mengerti bahwa selain kotak/rubrik tersebut, juri akan melihat dari sisi vertikal, dimana pembandingnya adalah unit lain yang bertanding.

Bagi saya, apabila ditunjuk sebagai pelatih, saya akan mencoba mengerti apa yang diharapkan oleh juri.  Sebuah permainan yang menarik, mungkin, namun semua unit pasti ingin menampilkan permainan yang menarik, sehingga pembandingnya akan cukup ketat. Jadi sebuah konsep yang kuat, serta eksekusi yang konsisten, yang saya tekankan pada unit saya, sehingga membuat unit ini lebih dari pesaingnya.

Dan apabila saya ditunjuk jadi juri, maka selain menilai secara obyektif dan komparatif, saya harus mengerti betul bahwa konsep yang kuat serta eksekusi yang konsisten membutuhkan latihan yang lama dan kerja yang keras. Sebuah nilai tambah yang harus saya pertimbangkan. Dan saya akan mengomentari bagaimana sebaiknya unit tersebut memperbaiki kesalahannya, untuk evaluasi di masa yang akan datang.

Sebuah ulasan singkat dari apa yang ditulis oleh Rob Stein, serta pandangan pribadi tentang bagaimana mengantisipasi perbedaan ini. Sekali lagi, ini bukan menjelekkan pihak-pihak tertentu dalam aktifitas marching band, namun lebih kepada wacana positif, agar kelak tidak terjadi lagi komentar negatif dan tidak berguna antar kedua ‘kubu’ ini. Dan yang terpenting dari semuanya ini, seperti Rob katakan, “I believe is the objective of this activity:
to give your students the best experience and education you can, and not to worry about things you have no control over.”
– silakan terjemahkan sendiri. Jadi, yang akur-akur sajalah !!

Marbo


Baca juga :

Short URL: http://trendmarching.or.id/read/?p=840

Posted by on Mar 6 2008. Filed under Battery, Guardline, Hornline, News, Pit, Scores. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

2 Comments for “Penilaian Vertikal vs Horisontal; Sudut pandang yang berbeda dalam menilai marching band”

  1. makasih ya atas penjelasan tentang penilaian horisontal dan vertikalnya… sukses dan maju terus…salam…

  2. pemain : pelatih: dan juri seakan emiliki pandangan masing2. tapi satu hal yang sering dilupakan para pemain maupun pelatih. seberapa kerasnya anda latihan, yang akan dinilai hanyalah 12 menit yang ditampilkan,. thats it!

Leave a Reply

Recently Commented

  • Yelanda: Maaf apa ada yang tahu dimana bisa mendapatkan buku pengetahuan dasar marching band? Karena saya membutuhkan...
  • devi: slmt mlm.. sy salah satu peserta drumband bahana harapan kalo ga salah th 2004 sy kelas 2 SMP dulu ikut langgam...
  • Maman: Apakah buku ini masih terbit
  • Percussionimasta: Yang dimaksud Indonesia yang mana? Karena Indonesia sudah punya Induk Organisasi permarching...
  • armh: mantap tutorialnya salam kenal ARMH