
Lambang organisasi PDBI berbentuk bunga teratai dengan lima sudut dan warna dasar
biru. Di tengah lingkaran berbentuk cincin, terdapat peralatan drumb band yang
berupa : 1 buah bell lyra, satu buah drum dan satu buah tongkat Dum Mayor, berwarna
merah, putih dan kuning.
Arti bentuk :
Bunga teratai : Warga PDBI selalu siap dalam membina generasi muda, mendidik
tunas-tunas bangsa.
Cincin : Lambang keolahragaan amatirisme, bahwa dengan olahraga kita bina bangsa
menuju maysarakat yang sehat sejahtera.
Alat Drumband : Dengan hentakan dan dentuman suara drum, serta dentingan Bell
lyra yang lengking mengalun merdu, senada dan seirama, sehingga mampu membangkitkan
semangat cinta tanah air, Indonesia.
Arti warna :
Biru : Sebagai dasar lambang damai, abadi dan sejahtera
Kuning : Lima sudut bunga teratai dan cincin amatirisme ; keluhuran cita-cita
PDBI yangberlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Putih : Huruf-huruf Persatuan Drum Band Indonesia, kesucian perjuangan amatirisme
Persatuan Drum Band Indonesia.
Merah : Tongkat Drum Mayor dan Drum, keberanian, kedisiplinan, satria dalam
perjuangan meninggikan nama bangsa dan negara.
Sejarah Singkat
Drumband di Indonesia sebetulnya sudah banyak sekali penggemarnya namun dalam
sejarah berdirinya, organisasi ini belum lama ada. Itupun muncul atas desakan
keras dari Dinas olahraga DKI Jaya dan KONI DKI Jaya oleh karena itu Yayasan
Dharma Wanodya, sebuah perkumpulan Drumband di Jakarta, pada tanggal 25 September
1977 mengambil prakarsa untuk mengadakan pertemuan dengan seluruh perkumpulan
drumband yang ada di DKI Jakarta Raya. Pertemuan pertama tersebut berlanjut
dengan pertemuan kedua tanggal 7 Oktober 1977. Atas keputusan pertemuan tersebut,
dibentuk kelompok yang terdiri dari 5 orang, untuk mempersiapkan pembentukan
wadah organisasi drumband. Kelima orang itu adalah B. Nurdanadharma, Gusanto
Mulyohardjo, Drs. Zaidan Hendy, Slamet Nugrahono dan E. Sukarno. Bahkan Pemerintah
DKI Jaya mendesak lebih lanjut untuk secepatnya, organisasi itu terbentuk dengan
S.K. Gubernur KDH DKI Jaya No. 700 yang isinya menentukan bahwa kegiatan drumband
dibina oleh Dinas Olahraga dan KONI DKI Jaya.
Singkatnya pada Desember 1977, terbentuklah PB. PDBI (Persatuan Drum Band Indonesia)
dengan beberapa peraturan yang masih bersifat sementara, termasuk Anggaran Dasarnya.
Menurut perhitungan yang ada jumlah unit drumband di seluruh Indonesia lebih
banyak dari pada apa yang tercatat sebanyak 84 drumband. Kenyataannya setelah
diadakan hubungan dengan semua Bupati maupun Walikota seluruh wilayah Indonesia,
mendapat tanggapan positif, dan terdaftar 400 unit drumband, yang tersebar di
25 prospinsi. Dari sekian banyak unit drumband itu, ternyata yang pernah ikut
dalam kejuaraan-kejuaraan Terbuka Drumband Jakarta, Piala Sri Sultan Hamengku
Buwono IX serta Kejuaraan Nasional. Selain itu masih ada kejuaraan-kejuaraan
di daerah-daerah, seperti di Surabaya, Purwokerto, Medan dan lain-lainnya. Hingga
saat ini belum ada standarisasi mengenai peraturan perlombaan. Sedang yang dipergunakan
adalah peraturan penerapan beberapa aspek olahraga terkandung dalam kegiatan
drumband seperti : aspek pendidikan, kesehatan, prestatief, dan terakhir Hankamnas
dalam rangka ketahanan nasional.
Unsur-unsur Gerakan Olahraga dalam Drumband
Drumband suatu kegiatan yang mengadung gerakan-gerakan di tempat dan berjalan,
yang mengandung unsur-unsur :
1. Gerakan Pelepasan/Perenggangan, yang ditampilkan dalam memukul, gerakan-gerakan
lengan dan kepala dari penata rama (Mayor/Mayorette), dalam memberikan aba-aba
para pemain drumband.
2. Gerakan Penguatan, semua pemain drumband harus memiliki kekuatan otot guna
membawa peralatan drumband.
3. Gerakan Ketangkasan/Kekuatan, ini dapat dilihat dalam Pom-Pom Girl, Baton
Twilers, Colourguard dan ketangkasan drum mayor dalam gerakan membawa, melempar
menangkap stik, mengambil, memainkan alat tersebut, membuat koreografi sesuatu
instruksi
4. Gerakan Keindahan, merupakan gabungan gerakan secara keseluruhan dari pada
pemain drumband, keterampilan, kelincahan pemain drum dan penata rama, mengandung
gerakan yang indah/estetis.
5. Koordinasi, permainan drumband merupakan perpaduan dari koordinasi para
pemain, baik penampilan maupun gerakan seluruh bagian-bagian tubuh mereka.
Mengenal Olahraga Drumband
Drumband cabang olahraga yang dilakukan secara berkelompok melibatkan berbagai
peralatan dan gerakannya diikuti musik yang mereka mainkan. Karena masuk olahraga
berkelompok, maka dumband banyak sekali menemui faktor kesulitan.
Seperti cabang olahraga lainnya, drumband juga dibagi dalam beberapa peringkat
(kelas-kelas) yaitu Kelas A dan Kelas B. Kelas A, peralatannya dibatasi dengan
alat-alat pukul atau disebut perkusi.
Kelas A, ini dibagi dalam 4 Divisi :
- Divisi I
- Divisi II
- Divisi III
- Divisi IV.
Sedang Kelas B adalah unit drumband yang peralatannya tidak dibatasi. Artinya
boleh ditambahn dengan instrumen tiup. Ada dua Divisi Kelas B, Divisi I dan
Divisi II. Penentuan peringkat divisi berdasarkan prestasi yang pernah diperoleh
dalam perlombaan, festival atau seleksi yang pernah diadakan PDBI Pusat dan
Daerah. Sedang Kelas A Divisi IV peserta baru, atau unit pemula perlombaan.
Sedang dipergunakan adalah peraturan yang dihasilkan dalam ongress, yangmasih
pula disampaikan untuk diberlakukan secara nasional.
Kenyataan pula bahwa mutu dan perlengkapan dari masing-masing unit drumband
yang ada tidaklah sama. Untuk itu tugas PB. PDBI berusaha meningkatkan unit-unit
drumband tersebut. Diusahakan pula untuk mendatangkan pelatih-pelatih luar negeri,
namun berhubung faktor dana, hingga kini belum dapat terlaksana. Diterbitkan
pula semacam buletin, yang diedarkan ke seluruh perwakilan atau anggota agar
dapat bermanfaat bagi pengembangan mutu drumband.
Majalah tersebut diberi nama Berita Drumband Corp.
Keanggotaan PDBI dalam organisasi internasional hingga saat ini belum ada.
Sebab memang belum ada wadah yang bersifat global di internasional. Tetapi PDBI
turut serta aktif dalam pembentukan organisasi tingkat regional di Tokyo, Jepang.
Organisasi regional tersebut diberi nama SABDA (South East Asia Band Directors
Association), terbentuk tanggal 4 Nopember 1980.
Badan Internasional yagn lain bersifat federasi yang dinamakan Wolrd Baton
Twirling Federation (WBTF), dalam bulan Agustu 1981 dipersilakan hadir pada
pertemuan di Nice, Perancis. Sayang PDBI tidak bisa hadir, karena tiada dana
untuk pemberangkatan.
Di tahun 1980/1981, PDBI telah mempunyai 7 Komda (Komisariat Daerah) yaitu
Komda Sumatera Utara, Komda Lampung, Komda DKI Jaya, Komda Jawa Barat, Komda
Jawa Tengah, Komda D.I. Yogyakarta, dan Komda Jawa Timur. Sekarang PDBI telah
memiliki 11 Komda di 11 Propinsi dengan jumlah keseluruhan ada 635 unit drumband
di seluruh Indonesia.
Drumband sebagai salah satu bentuk kegiatan olahraga
Semenjak Drumband mempunyai organisasi pusat dan diakui sekaligus menjadi anggota
KONI Pusat, maka dengan sendirinya kegiatan ini adalah bentuk kegiatan olahraga,
bukan sekedar hobi atau rekreasi semata. Kegiatan drumband pada hakekatnya tak
dapat dipisahkan dari keseluruhan kegiatan generasi muda Indonesia, yang dipersiapkan
dalam rangka Pembangunan Bangsa dan Negara.
Sebab drumband yang kegiatannya di dalamnya mengandung nilai-nilai keolahragaan,
antara lain : disiplin, kreativitas, tanggung jawab, kepercayaan pada diri sendiri,
sportivitas, semangat juang, prestasi dan kerjasama. Jenis-jenis nomor yang
diperlombakan dalam kejuaraan drumband, dibagi dua, beregu dan perorangan. Beregu
ada dua nomor, baris berbaris dan lomba display. Sedang perorangan terdiri dari
nomor-nomor lomba Drum Mayor, Snare/Parade Drum, Bell Lyra, Sangkakala, Terompet,
Bugle, Suling dan Melodica.
Baca juga :
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |