Pro dan kontra mengenai susunan Juri GPMB 2007 mungkin saja terjadi, sulit dihindari
dan bahkan bisa jadi bahan polemik yang tak akan pernah ada habisnya bagi para
Peserta GPMB, Pengamat kegiatan MB dan juga para Pembaca situs Trendmarching
dimanapun berada. Satu-satunya hal yang dapat dipastikan adalah bahwa Panitia
GPMB telah berusaha sebaik mungkin untuk menseleksi para Juri yang akan bertugas
di GPMB XXIII – 2007 nanti. Susunan Juri
yang telah diumumkan telah melalui tahapan seleksi yang ketat dan dibuat dengan
mempertimbangkan keterlibatan Juri yang seminim mungkin dengan para Peserta
GPMB XXIII yang akan datang. Kalau toh pun masih ada Juri yang terlibat dengan
salah satu atau lebih kontestan maka Juri yang bersangkutan TIDAK AKAN DITUGASKAN
untuk menilai mata lomba yang menjadi keahlian utamanya akan tetapi menilai
mata lomba lain yang tidak “dibuat / dijual” kepada salah satu kontestan
namun Juri tersebut tetap dikenal memiliki keahlian yang cukup mumpuni untuk
menilai mata lomba tersebut.
Kecermatan dalam menseleksi Juri untuk event yang sebesar GPMB telah dilakukan
dengan sebaik-baiknya karena para Peserta GPMB (ataupun Kejuaraan MB lainnya)
dipastikan telah mengeluarkan dana yang amat besar untuk dapat berpartisipasi
secara optimal. Oleh karenanya Panitia GPMB menjamin bahwa penjurian dan penilaian
terhadap para kontestan akan dilaksanakan dengan jujur, obyektif dan yang terpenting
tanpa unsur keberpihakan terhadap salah satu kontestan. Hal ini diperoleh dengan
cara pembahasan yang teliti terhadap nilai per mata lomba dari setiap Juri,
satu per satu tanpa kecuali dan melibatkan seluruh Juri yang bertugas dalam
Rapat Dewan Juri. Disamping itu obyektivitas dan kejujuran yang terkandung dalam
setiap nilai juga diperoleh karena setiap mata lomba dinilai oleh 2 orang Juri
sehingga antara Juri yang satu dan lainnya dapat diperbandingkan sebagai check
and control. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa nilai akhir yang keluar
dan diumumkan dari ruang Juri telah melalui tahapan pembahasan yang teliti dan
merupakan konklusi akhir dari seluruh Dewan Juri.
Beberapa tahun yang lalu (tepatnya tahun 2001), saya pribadi memiliki idealisme
bahwa alangkah baiknya kalau Juri yang bertugas tidak perlu harus “steril”
dalam arti bahwa bisa saja unit dimana Juri ybs ikut serta sebagai salah satu/atau
lebih kontestan di GPMB (dan seyogyanya juga di Kejuaraan MB lainnya)
Namun dengan berjalannya waktu, masyarakat MB ditanah air kita rupanya “masih
belum siap” menerima keadaan bahwa Juri yang unitnya ikut di GPMB bisa
menilai dengan nurani baik, jujur, tanpa memihak dan sebagainya.
Pada suatu waktu, seandainya semua “unit besar” (mohon diartikan
sebagai MB yang dikenal telah berprestasi di GPMB dan Kejuaraan MB lainnya)
ikut serta berpartisipasi di GPMB……..darimana Panitia bisa memperoleh
calon-calon untuk diseleksi dan ditetapkan sebagai Juri GPMB ??
Apakah masyarakat MB kita kemudian “sudah siap” untuk menerima nama-nama
Juri yang belum dikenal / diketahui memiliki kemampuan secara “moral dan
tehnis” untuk menjadi Juri di GPMB (dan Kejuaraan MB lainnya).
Hal ini yang kemudian akan menjadi kendala yang amat besar bagi Panitia GPMB
untuk menunjuk Juri-Juri yang “bisa diterima” oleh semua pihak tanpa
mengundang tanya….mengapa dia dan bukan yang lainnya…dan sebagainya.
Juri asing ? Usulan dan solusi yang bagus sekali, tapi darimana biaya untuk
mendatangkannya ? Yang jelas untuk mendatangkan Juri-juri asing (macam Scott
Johnson,
, Jim
Ancona, Sven Parris dan lain-lainnya) akan membutuhkan biaya yang amat besar
dan sudah bisa dipastikan bahwa Panitia GPMB tidak akan sanggup membiayainya
terkecuali mendapat bantuan dari sponsor yaitu para Distributor alat-alat MB
seperti biasanya.
Dengan mengetengahkan pembahasan diatas maka diharapkan masyarakat MB ditanah
air akan dapat memahami bahwa proses nominasi dan seleksi para Juri GPMB telah
dilakukan dengan seksama. Begitu pula proses penjuriannya nanti pasti akan dilaksanakan
sebagaimana mestinya tanpa perlu mengundang kecurigaan bahwa ada Juri yang memihak
unit tertentu.
Pada saat ini kriteria penilaian mata lomba di GPMB “masih” menggunakan
lembar penilaian yang dipergunakan DCI 1994 (sejak GPMB 2005 yang lalu telah
“diperlunak” kolom nilai untuk MAHL dan MAPL sesuai dengan saran
dari Scott Johnson dan Steve Bentley karena kalau tetap menggunakan kolom DCI
maka banyak peserta akan mendapat nilai yang amat minim karena kemampuan tehnis
peserta disini masih jauh dibawah kontestan DCI) dan ditambah dengan caption
Colourguard dan Marching & Maneuvering serta Display & Showmanship yang
dipisah dari mata lomba GE.
Selama beberapa penyelenggaraan GPMB ditahun-tahun lalu, mata lomba Marching
& Maneuvering (MM) dan Display & Showmanship (DS) “selalu”
menimbulkan perdebatan yang panjang dalam rapat Dewan Juri karena masing-masing
Juri dari mata lomba MM dan DS seringkali “bertolak belakang” dengan
nilainya masing-masing.
Hal ini terjadi karena Juri MM “hanya” fokus terhadap norma-norma
MM (lebih mudahnya sebut saja norma dasar PBB atau Baris Berbaris) sedangkan
Juri DS lebih fokus ke bentuk, perubahan dan pencapaian bentuk dari display
yang disajikan oleh MB yang tampil. Dengan penilaian untuk mata lomba MM dan
DS dilaksanakan oleh Juri-juri yang sama maka “kontradiksi nilai”
untuk nilai MM dan DS akan terselesaikan karena kedua Juri yang bertugas sudah
memiliki keseragaman fokus ketika menilai MM dan DS. Hal ini dimungkinkan karena
MM merupakan salah satu unsur dasar dari DS sehingga Juri yang menilai MM sudah
bisa dipastikan akan mampu menilai DS dengan sama baiknya. Penggabungan Juri-juri
untuk MM dan DS sudah dilakukan di Kejuaraan Langgam Indonesia bulan Juli 2007
di Bali dengan hasil yang amat baik tanpa terjadi kontradiksi antara nilai MM
dan DS.
Sudah sejak tahun 2000 penilaian di DCI
mengalami perubahan yang drastis dan saat ini hanya “menyisakan”
3 (tiga) Mata Lomba Pokok (Main Caption) yang secara keseluruhan terbagi lagi
menjadi 8 (delapan) Unsur Mata Lomba (Sub Caption) yaitu :
I. GENERAL EFFECT : Visual + Music
II. VISUAL : Performance + Ensemble + Colorguard
III. MUSIC : Brass + Ensemble + Percussion
Apabila di GPMB ataupun Kejuaraan lainnya ditanah air terlalu dipaksakan untuk
menggunakan sistem penilaian seperti DCI saat ini dikuatirkan akan memberi kesulitan
yang makin kompleks menyangkut unit yang bertanding maupun kemampuan juri yang
bertugas untuk dapat sepenuhnya memahami penilaian diatas.
Yayasan GPMB dan Komite
Tehnis GPMB sedang mempelajari lebih lanjut mengenai sistem tersebut dan
meminta “bantuan” dari DCI Judge Coordinator untuk menjelaskan detil
dari sistem tersebut. Pada saatnya nanti, apabila semua pihak sudah siap tentu
saja Panitia GPMB akan memberanikan diri untuk mulai mengadopsi sistem tersebut
sebagaimana ketika sistem penjurian DCI 1994 diadopsi oleh GPMB (yang kemudian
diikuti oleh banyak Kejuaraan lainnya) pada tahun 2001.
Tak dapat disangkal bahwa kemampuan tehnis dari MB kita “dibawah”
kemampuan Open Class Corps bahkan Division I di DCI. Para anggota Corps DCI
diperoleh melalui proses audisi yang teramat ketat yang menuntut kemampuan tehnis
yang tinggi. Hal ini dapat kita saksikan dalam lomba DCI sejak 5 tahun kebelakang
dimana unsur “kemampuan tehnis” lebih ditonjolkan dibandingkan dengan
lomba DCI era ‘90an yang dalam banyak sisi lebih mengetengahkan unsur
musikalitas yang lebih mudah dicerna.
Mulai DCI 2008 nanti jumlah anggota Open Class Corps yang bertanding di DCI
akan ditingkatkan menjadi maksimal 150 orang dibandingkan dengan DCI tahun 2007
yang “hanya” memperbolehkan jumlah maksimal anggota 135 orang.
Bayangkan seandainya salah satu Top 12 DCI Corps dengan jumlah anggota 135 orang,
terlebih lagi 150 orang menampilkan permainannya di Istora Gelora Bung Karno.
Yang pasti akan sangat gembira adalah para dokter Ahli THT karena akan memperoleh
banyak pasien baru yang “terganggu” pendengarannya seusai menyaksikan
pagelaran salah satu Top 12 Open Class DCI Corps.
Saran dan usulan yang diberikan oleh kelompok ini amat positip dan bermanfaat
demi kemajuan dan pengembangan aktivitas Marching Band ditanah air. Salah satunya
adalah mengenai usulan untuk menghapuskan penilaian untuk Busana Team dan Busana
Field Commander yang bagi kebanyakan unit MB amat memberatkan” dalam pembiayaannya.
Panitia dan Komite Tehnis amat mendukung usulan ini dan mulai GPMB XXIII –
2007 (Juga GPJB) penilaian untuk Busana dihapuskan dengan harapan unit-unit
MB dapat menggunakan alokasi biaya pembuatan busana baru untuk membenahi peralatan
unitnya yang kami anggap akan lebih bermanfaat bagi pengembangan unitnya.
Usulan lainnya adalah untuk “memisahkan” Lomba Perorangan (Individual
Contest) agar diselenggarakan terpisah dari lomba untuk unit secara keseluruhan.
Hal inipun kami sambut baik dan mulai GPMB XXIII – 2007 (juga GPJB) akan
dicoba untuk dilaksanakan secara tersendiri. Nantinya, tentu akan dievaluasi
lagi secara cermat mengenai manfaat penyelenggaraan Lomba Perorangan (Individual
Contest) ini karena usulan sebenarnya adalah untuk menghapuskan samasekali Lomba
Perorangan (Individual Contest) ini karena hakekat dari suatu unit Marching
Band adalah kegiatan team dan bukan perorangan.
Yayasan GPMB, Panitia dan Komite Tehnis GPMB tak lupa ingin menyampaikan terima
kasih yang amat tulus kepada KOMUNITAS CONFERENCE INSAN MB INDONESIA yang dimotori
oleh Trendmarching atas usulan-usulan positip semacam ini.
Kami yakin dengan adanya masukan yang berharga semacam ini maka perkembangan
aktivitas Marching Band ditanah air tercinta ini akan mengalami lompatan besar
menuju persamaan kualitas setidaknya mendekati kemampuan tehnik bermain Corps
besar DCI, sekurang-kurangnya menjadi yang terbaik di regional Asia.
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA.
VIVA MARCHING BAND INDONESIA.
Jakarta, 26 Nopember 2007
Iwan “Oldman” Christanto,
Anggota Komite Tehnis GPMB
Ketua Dewan Juri GPMB XXIII - 2007
Masukannn... Ditulis oleh ardhitone pada 2007-11-29 14:22:41Mestinya ada organisasi Resmi Marching Band Indonesia yang bisa menjadi wadah kegiatan Marching Band.....
selama ini kan adanya cuma PDBI yang kontroversial...mampu kah PDBI???? saya kok ragu....
Organisasi ini nantinya dapat memberikan/mengeluarkan sertifikasi untuk Juri (tentunya dengan standar dan pelatihan yang qualified).....
selain itu..organisasi ini juga memberikan standarisasi kejuaraan... misalnya kejuaran kelas nasional, bintang 7 atau apalah.... sehingga dapat membedakan kejuaraan bermutu dan tidak berdasarkan mutu/kualitas kejuaraan....
nah nantinya, misal: untuk kejuaraan nasional maka para juri harus memiliki sertifikasi organisasi "X" misalnya....
Juri minim karena emang pembibitannya sangat minimal... padahal begitu banyak orang2 berkualitas yang pernah berkiprah di marching band... misalnya orang2 yang pernah menjadi pelatih2 marching band...hanya saja mungkin saat ini tidak terdeteksi dan belum dikenal.... nah kalau ada sertifikasi juri MB kan enak...pertama ada database juri2 yang layak....kedua keseragaman pemahaman dan kemampuan menilai para juri berkat pelatihan yang diberikan...
kalau ada sertifikasi, anggota tidak hanya menilai kualitas para juri tapi juga kualitas organisasi yang mengeluarkan sertifikasi itu tadi juga... kayak wasit dan juri tinju atau sepakbola gitu lohhh....
semoga berguna untuk kedepannya......
??.... Ditulis oleh yuyun pada 2007-12-07 15:23:27 Klo juri PDBI ?????
muak Ditulis oleh emel pada 2007-12-08 15:12:28kalau juri pdbi, ya tau sendirilah.....
Ditulis oleh yufin pada 2007-12-11 13:22:37selamat bekerja para juri, tolong pak iwan diawasi para jurinya biar adil semua yah,kita percaya anda. kok.sudah kangen nontonnnnnnnn
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar.